Belum juga hilang rasa sakitku, mereka berdua segera menyerbu ke arahku.“Pegangi tangannya Han..!! Bokepindo ” seru lelaki itu sembari jalan mendekati kami, saya segera lemas mendengar kata-katanya, nyatanya lelaki ini sama bejatnya dengan Pak Bobby.“Ada pesta kecil..! Tolongg.. ” saya menjerit sembari menendang-nendangkan kakiku berupaya menghindari lelaki itu dari badanku.“Ouh.. ” jeritku cemas.Tangisku meledak, saya demikian ketakutan serta putus harapan sampai semua bulu kudukku merinding, serta saya makin gemetar ketakutan waktu lelaki yang nyatanya bernama Burhan itu mengambil langkah ke belakang, sedikit menjauhiku, dia diam sembari memandangi buah dadaku yang sudah terbuka, pandangannya seperti akan melahap habis payudaraku.“Sempurna..! Saya dilahirkan dari keluarga yang serba berkecukupan serta saya cuma memiliki satu saudara kandung lelaki, praktis semuanya keinginan serta kebutuhanku senantiasa dipenuhi oleh ke-2 orang tuaku.




















