“Oohhh………. Bokepindo Aku tampar pak Abdul. ohhhhhhhhh………… ssssssssshhhhhhhhhh………. Sambil merapikan uang di tangannya tapi matanya gak lepas dari tetekku. Mendekati lampu merah sengaja aku memperlambat laju “mio” ku. “Iiiiya mbak eh mbak…”, jawab petugas yang umurnya lebih muda sekitar 20 tahun. Mendekati lampu merah sengaja aku memperlambat laju “mio” ku. Ahmad bangun dari duduknya dan membantuku berpakaian, kekagumannya belum habis pada tubuhku, pantat, tetek, memiaw (yang belum waktunya dia rasakan) semua dia raba dan pegang. Kata si pembonceng dengan logat jogjanya. “Ahmad….”, si pemuda mengulurkan tangannya sambil gemetaran. “Yes… berhasil” dalam hati. “Eh mbak saya punya jas hujan di motor
belakang, mbak bisa ganti baju kering di belakang trus pulang pake jas hujan saya”, kata si Ahmad menawarkan pertolongan.











