“Saya mau 21 tahun pak, tahun ini,” jawabnya sambil masih tetap menundukkan kepalanya.“Kamu dah kawin ya,” tebakku sambil bersuara agak tegas, walau ngakunya pada istriku masih gadis. “Ini bapak ya Ti, kamu mesthi layani Bapak dengan baik lho..” “Iya bu, saya akan lakukan,” jawabnya sambil tetap menundukkan kepalanya,sehingga membuatku lebih leluasa untuk mengamati tonjolan buah dadanya yang bulat itu. Bokepindo Waaahh….pucuk dicinta ulam tiba, pikir ku..Setelah lima kancing terbuka semua, maka menyembullah buah dada yang bulat dan tegak.. Tapi malam itu anak-anak tidur dikamarku, jam 21.00 mereka sudah terlelap dikeloni oleh istriku.Aku masih didepan komputer, ketika kudengar suara langkah kaki Siti menaiki tangga dan masuk kekamar anakku..Ah..




















