Enam bulan kemudian, aku di tugaskan kembali untuk datang ke kota ini. Bokepindo aghhhhh…….aghhhhhhhhhhh.. “kalau gitu, biar aku mandi dulu” maya melempar tasnya begitu saja. Aku mengakui ke molekan tubuhnya melebihi tubuh pacarku. Berarti kabar menggembirakan untuk dapat menuntaskan libido. Terserah lah apa katanya.Pintu kamar di buka, maya mempersilahkan aku masuk, ia juga menjelaskan segala sesuatu yang bisa di gunakan di hotel itu sebagai fasilitas. Jam sebelas lewat sepuluh menit pintu kamar ada yang mengetuk. oghhhh…………oghh….erangan kenikmatan silih berganti dari kami. sialnya, rina, yang kali ini tidak ikut serta mewajibkan aku untuk menginap di hotel yang melarang kami dulu. Satu wanita dan satu pria melayaniku dengan sopan.




















