Sandra minta aku meminjamkan jakaetku. Kami mendapatkan tempat ditepi jurang terjal dan ada goa kecilnya, serta ada sungai yang bening, tapi rimbun dan nyaman. Bokepindo “Jahat kamu?!” kata Sandra seraya menatapku manja dan memukuli aku pelan dan mesra. Diantara rombongan itu satu guru wanita (guru biologi) dan satu guru pria (guru olah raga). Kami pulang dengan mengambil jalan ke desa terdekat dan pergi ke kota terdekat agar tidak bertemu dengan rombongan yang terpisah itu. Sandra memberikan cincin bermata berlian yang dipakainya kepada aku. Sandra mencubiti aku, menjambak rambutku, rupanya dia ” keluar”, dan menjerit kenikmatan, lalu aku menyusul yang “keluar” dan oh, oh..oh..muncratlah air maniku dilubang ‘Ms. ” Kamu kuat ya?” bisiknya mesra. Tak ada sahutan sedikitpun, yang terdengar hanya raungan monyet-monyet liar, suara burung, bahkan sesekali auman harimau.




















