Kemudian dia meraih jemari wanita muda tersebut.“abang sangat menyayangi Vannesa” Vannesa diam saja, merasa percuma untuk menolak karena sudah tidak ada lagi yang perlu ia pertahankan, sebab hubungan yang tercipta diantara mereka sudah tak ada batas lagi sejak malam Jumat yang bergelora kemaren.Jay berjalan menghampiri Vannesa yang duduk dengan tangan masih berada di pangkuannya, memandang mata memandang kedepan, menerawangnya. Vannesa tidak begitu kenal dekat, Vannesa hanya menganggukkan kepala saja saat bertemu dengannya. Bokepindo Vannesa masih kesal.Diapun sepertinya agak takut. Jay dan juga tak kelihatan. Kadang dia tidak ke Padang, hanya ke Bukittinggi, Vannesa juga ikut menumpang, lalu dari Bukittinggi Vannesa naik travel atau bis. Untunglah saat itu suaminya sedang berada di Jakarta dan takkan mengetahui perubahan sikapnya tersebut. Malam itu Vannesa tinggal sendiri di kamarnya, ada rasa kecewa karena Vannesa merasa hanya




















