Jangan sampai Sanro salah ingat. Bokep indo Matanya seperti panah yang bersiap menembus mata saya.“Tahu apa? Lancang saya meninggikan suara di hadapan beliau.Tapi Ambo tak terima. Dia menganggap saya sudah melawan orang tua.Ambo pun meninggalkan saya setelah gemuruh yang terus dia lontarkan, seperti gemuruh yang enggan berhenti meronta di langit sana. Kami harus meyakini. Ambomu tidak mungkin seperti itu. Kenapa kematian berturut-turut bisa terjadi? Dia menganggap saya sudah melawan orang tua.Ambo pun meninggalkan saya setelah gemuruh yang terus dia lontarkan, seperti gemuruh yang enggan berhenti meronta di langit sana. Dia sudah pikun, Ambo.” Saya membalas Ambo dengan nada sehalus mungkin. Dia sudah pikun, Ambo.” Saya membalas Ambo dengan nada sehalus mungkin. Indo meninggal.




















