aku terkaget. Dihempaskannya tubuhnya ke atas spring bad.Kak Sinta kini menciumi paha, lutut, bahkan telapak kaki kak Dewi. Bokepindo Aku kini bahkan sudah mengecap, menjilat bahkan setengah menggigit leher kak Dewi. Atau mungkin memang ketiduran. Pikiranku kotor terus. Kemarin di blok C11 ada yang kemalingan….!”.“Mmhhh… iya, tenang aja…”, kataku sambil merapikan piring dan gelas bekas sarapan kami.Beberapa saat kemudian suara mobil terdengar keluar garasi. “Dasar kuli, hari libur gini masih aja ngurusin kerjaan !”, aku membatin.“Tumben dihabisin ?”, kata kak Dewi melihat aku makan dengan lahap.“Abis enak sih !”,“Biasanya, dia tuh ! Meskipun hidungku mencium aroma yang aneh, dan lidahku mengecap rasa yang aneh pula. Aku terbaring ke samping. Kudengar kak Dewi berbicara, rupanya temennya si Sinta brengsek itu udah mau datang. Kembali aku mengalihkan pandanganku dari lubang kunci itu.




















