Perlahan jilatan lidah Arline semakin turun ke arah selangkangan Hamzah. Baginya, ia tetap memiliki hak untuk menentukan sikap dan melakukan apa yang terbaik bagi dirinya sendiri. Bokepindo Ia mengurungkan niatnya dan memandang saya. Mereka berbagi cerita sambil tertawa-tawa, sesekali Arline memperingatkan anaknya yang asyik dengan mainannya agar tidak jauh-jauh darinya. Kemudian Arline mulai menggoyangkan pantatnya naik-turun-naik-turun. Kopi? Namun, tanpa disadarinya, perlahan namun pasti ia terjerumus ke lembah nista. Namun belakangan ini sudah ada sedikit ‘peningkatan kualitas pembicaraan’. “Ok baby…we’ll meet you soon!” kata Arline lalu menuntup pembicaraan
“Papanya…udah nunggu di depan ngejemput!” kata Arline, “Oke Bang…kita sudah harus berpisah lagi, tapi kali ini perpisahan yang melegakan, ya kan?” wanita itu lalu bangkit dan berpamitan pada Hamzah, “Michael, say goodbye to uncle!” katanya pada buah hatinya.




















