Dan Sayapun tertidur dengan pulas.Keesokan harinya seperti biasa saya bangun pagi, mandi dan siap berangkat ke kantor, namun ketika hendak menutup pintu kamar, tiba-tiba Nabila keluar dan tersenyum padaku.“Mau berangkat Pak?”, tanyanya, saya dengan gugup akhirnya mengiyakan ucapannya, lalu kujawab dengan pertanyaan lagi.“Kok Nabila nggak sekolah?”.“Nanti Pak, Nabila giliran masuk siang”, akupun tersenyum dan Nabilapun lalu bergegas ke depan rumah, rupanya mau mencari tukang bubur ayam, perutnya lapar barangkali. Bokepindo Oh, sungguh suatu kenikmatan yang tiada taranya. Mataku mulai melotot melihat keindahan yang tiada duanya, apalagi ketika Nabila lalu bangkit dari kursi dan mulai melepaskan baju dan rok sekolahnya sehingga kini tinggal BH dan celana dalamnya.Sejenak ia bercermin memperhatikan tubuhnya yang ramping putih dan tangannya mulai meluncur pada toketnya yang ternyata masih kecil juga.




















