ohh…. Pasti dia malu padaku.Liang kemaluannya mulai mengeras seperti memijit batang kemaluanku. Bokepindo Sambil kedua tangannya memegang bibir meja. Irene mengerang dengan sangat keras sambil menjepit penisku dengan kedua pahanya. Setelah Irene mulai terdengar lenguhannya, kugendong dia sambil pautan penisku tetap dipertahankan. Tubuh telanjangnya telah mambiusku. “Iiiih… shiit!” dia mengumpat tapi ada nada kegelian dari suaranya itu. oohh…. mmhh”, Irene terus meracau. Saat itu aku berbisik “Gimana, lu mau udahan?” Aku menggodanya. “Lu diam aja jangan banyak ngomong”, ujarku cuek. “Ohh shiit!” ujarnya mengumpat. “Bener nih lu mau udahan?” godaku lagi. Sambil mengatur pernafasan dan dengan ekspresi yang sengaja dibuat serius, dia berkata, “I.. “Ohh shiit!” ujarnya mengumpat. “Jawab dong, mau udahan gak?” aku menggodanya lagi sambil tetap menghujamkan batang kemaluanku ke liang kemaluannya.




















