Tiga Cina

Ternyata..?Tidak ada yang jelek dari Felly. Kami keluar di jalan Sunda terus menuju Thamrin. Bokepindo segala macam perasaan bercampur aduk di kepalaku. Buah dadanya yang berukuran sedang tapi padat, kuremas-remas sambil ia terus menghisap-hisap penisku yang semakin menegang.Kuangkat kepalanya. Aku merasa benar-benar mencintainya. Buat mereka life style seperti ini murah bukan main. Dicemberuti oleh si Indri. Pernah dengan setianya menemaniku beberapa tahun. Sampai pagi. Aku tertidur.Jam 8 pagi aku terbangun. “What have you done you moron. Sampai ia tidak tahan dan memutuskan aku 2 tahun yang lalu. Detik berikutnya baru aku sadar di mana aku. Ia tersenyum lalu berjongkok dan membuka ritsluiting celana panjangku. Ketiga temanku berhasil mendapatkan DFA di sana. Mobil itu penuh dengan manusia. Dengan janji kami jalan bareng lagi. Uang kita bagai setumpuk kertas gurauan dengan angka nol berderet-deret.Pukul

Tiga Cina