Dengan santai dia tersenyum.“Maaf.. Aku duduk sedangkan Felicia berdiri membelakangiku. Bokep Oh ya, kamu suka jazz juga ya?”“Hampir semua musik aku suka. Kenikmatan tiada tara. Aku tidak sempat lagi menutupi tubuh telanjangku.“Ups.. Aku harus pulang. Aku tidak mendengar suara pintu kamar dikunci. Senyumnya manis dan matanya berbinar indah. Aku di belakang. Lagu Jazz yang sangat sederhana. Mataku terus menatap matanya sambil sesekali aku tersenyum. Aku memainkan lagu “Body and Soul” sambil menyanyi lembut. Kau dimana, Felicia?”“Hi Boy. Kemudian dia berdiri. Kukira Felicia akan berteriak terkejut atau marah. Yang jelas aku terus berusaha mendapatkannya. Ke kamar mandi. Percakapan dengan client menyita perhatianku. Menantang dengan puting yang menonjol coklat kemerahan.“Payudaramu seksi sekali, Felicia.. Mainmu asyik lagi.” “Haha.. saya persilakan. Tapi aku tak menyerah.




















