“Jangan Mas.. Bokepindo “Mas.. Kulihat Miranda masih belum sadar.. “Wah kok Mas tahu??”“Senin siang aku telpon kamu mau tanya Euro, seperti biasa kamu dengan sombongnya menolak telponku.. Hari-hari dijalaninya dengan ketidak berdayaan. He he he perlu modal juga nich untuk pe de ka te sehingga diam-diam aku bisa setiap hari menelponnya untuk ikut main valas.Pada suatu kesempatan yang baik, aku berhasil mengundangnya makan siang, keluar sebentar dari kantornya. Kamu diam dulu.. Hidup yang penuh kesendirian ini menjadi begitu bergairah.Setiap hari itu juga aku tunjukkan cinta ku dan perhatianku padanya, meski tidak pernah aku lepaskan ikatan di tubuhnya. Kalau kamu tidak menolak cinta ku, kejadiannya tidak akan seperti ini..”Wajahku menunjukkan penyesalan padanya lalu perlahan aku cabut lakban yang membungkamnya sambil mengancam.“Awas kalau kamu berteriak..”.




















