Dengan hati-hati pak Dollah membopong tubuh Norzalina kembali ke kamar setelah mengenakan pakaiannya.Dia pun menunggu Norzalina tersadar dan mengancam menantunya tersebut untuk tidak menceritakan apa yang terjadi kepada Ali. Bokepindo “Breet” kain tipis bermotif batik coklat itupun jatuh terburai ke kamar mandi.Terpampanglah tubuh mulus Norzalina yang hanya dibaluti kutang sutra berenda putih dan celana dalam mungil yang juga putih. Sebaliknya, Norzalina mendadak lemas, sendinya serasa luluh di dalam pelukan pak Dollah dan hanya mampu memejamkan matanya serta mulai menangis tertahan.‘Huu.huu.. . Ali sedang bertandang ke rumah Hassan. Tangannya yang semula sibuk mengocok liang kewanitaan Norzalina secara kasar menyentakkan celanan dalam sang menantu dan menariknya ke arah bawah. “Baiklah, Lina, karena bapak cuma tiga hari di sini, abang akan tunda perjalanan ke Kedah sampai beliau kembali ke kampung”, kata Ali.




















