Dia bilang, seharusnya sweet seventeen dirayakan secara khusus. Dengan tubuh bugil, kami berangkulan menuju kamar Tante Ning di belakang. Bokep Tante Ning memalingkan mukanya menatapku. Tante Ning mengusap pipiku.“Nanti sore kita rayain berdua,” katanya, suaranya pelan sekali. Sesekali aku dapat merasakan tonjolan buah dadanya yang menekan empuk punggungku. Putih, besar, bulat, kencang dan padat. Aku mencium dan meremas-remas seperti tanpa rasa puas. Itu makanya aku jadi senang. Rasanya memang lebih nikmat kalau hubungan itu menyerempet-nyerempet bahaya. Teken terus, Vaan, Tante masih enak…, teken terus, yaahhh…” “Ivan kayak mimpi, Tante….,” bisikku polos. Jantungku semakin bergemuruh. Maju, mundur, kiri, kanan, berputar-putar. Pagi-pagi sebelum berangkat sekolah, orang tua dan adikku memberi selamat. Berulang kali jemariku memilin-milin gemas puting-puting susu Tante Ning secara bergantian, kiri dan kanan.




















