Perut Dhea terasa mual tapi ia tetap menurut perintah mereka dengan harapan mereka akan puas dan meninggalkan dirinya.Yang selanjutnya terjadi adalah, mereka menarik tubuh Dhea dan diseret keluar, untuk pertama kalinya Dhea sadar dirinya berada di tempat terpencil dari keramaian. Tubuhnya gemetar ketika ia mendengar ringkikan kuda di dalam kandang itu. Bokepindo Semua sudah begitu terangsang membayangkan mulut Dhea di penis mereka, sehingga tidak ada yang bisa bertahan lama. Laki-laki dibelakangnya mendorong keras dan Dhea langsung menjerit kesakitan. Beberapa laki-laki yang lain berlutut di depan Dhea dan mengocok senjata mereka di muka Dhea. Mereka mulai bersiul dan berkomentar sambil berseru kagum dan memanggil Dhea dengan julukan jorok ketika Dhea mulai melepaskan pakaiannya. Dhea bangun dan duduk, sadar dirinya ada di sebuah bale-bale di sebuah rumah sederhana.




















