Panas dingin aku rasakan menyelimuti tubuhku, kepalaku tiba-tiba seperti sangat ringan dan kemudian tiba-tiba sangat berat. Bokepindo Aku bisa mendesah nanti.. Tapi jangan berisik yah nanti ketahuan kita disini.” ucap Denny sekali lagi tapi kini ia memegang kedua pinggulku dengan kedua tangannya membuat dekapannya terlepas di mulutku.Kemudian dengan sebuah gerakan Denny membuatku berpindah dari yang tadinya bersandar di tembok berhadapan, sekarang aku menggantikan posisi Denny mengintip tadi dan akhirnya aku bisa melihat 2 sosok didepanku ini.Sementara Denny begitu mepet dengan tubuhku mendekapku dari belakang dan kembali menutup mulutku dengan tangan kirinya namun kali ini kedua tanganku dibiarkannya bebas.Ingin aku melepaskan diriku dari dekapannya namun sekali lagi aku tak sanggup karena memang Denny kali ini lebih erat mendekapku dan selain itu Denny juga membisikkan kalimat yang lebih pada sebuah ancaman.“Ibu jangan berisik yah,




















