Gagah sekali. Bokepindo Karena penisnya sudah kembali menjadi panjang dan besar, aku melingkarkan jari- jariku yg lentik. Aku memandang Kak Edo, merasakan getaran. Tuan nanti akan bertemu gadis lain, yg pasti cantik, dan pantas untuk tuan. Kurasakan nafas hangat di pipiku.Bibir hangat mencium pipiku, mencium air mataku. Mengambil pisau cukur dan krim punya Bapak, aku menyemprotkan busa putih di rambut kemaluan, lalu mulai mencukur.10 menit kemudian aku selesai dan bersiram di bawah pancuran air hangat. Aku menghisap kepala yg merah muda itu, seperti mengulum lolipop. Walau aku hanya budak. Aku mengerti. Nanti akan kembali lagi ke luar negeri. Aku mencintai kamu.”
“Tapi… nanti akan kembali ke amerika dan… dan saya masih di sini….”
“Kuliah itu paling lama hanya dua tahun lagi. Apapun juga, asalkan Tuanku suka. Bagaimana aku bisa mengatakannya?




















