Kami baru saja dari sebuah restoran untuk makan malam kami. Bokepindo “Kalo ngga, ngapain pake acara ngebalas segala?” geramnya. Yang membuatku sangat terkejut, ternyata komunitas homoseksual di kota ini jumlahnya lebih banyak daripada yang bisa kuperkirakan, walaupun aku memilih untuk tidak langsung membuka diriku begitu saja kepada semua orang di komunitas ini.Pria pertama yang kutemui adalah seorang pemuda kuliahan semester terakhir yang bekerja paruh waktu disebuah perusahaan swasta. Namun tidak ada kelembutan dalam suaranya yang seperti biasa. “A-aku..” aku tidak bisa memberikan alasan. Wajahnya sangat dekat dengan wajahku hingga aku bisa merasakan nafasnya.“Coba kulihat.” katanya pelan semakin mendekatkan wajahnya. Karena, seperti yang diingatkan oleh beberapa teman chatting-ku, salah melangkah dalam dunia homoseksual dan dunia normal, entah itu salah satunya atau keduanya, akan berakibat kibat fatal.Selain itu juga aku bekerja paruh waktu untuk




















