Dia tidur disampingku mengompres dan memberi makan minum obat hingga badanku terasa enakan.Setelah 2 hari berlalu demamku turun juga, aku sehat kembali tapi harus butuh istirahat. Wajahku ketakutan menatap om Yoyok, menyeramkan sekali,“kamu udah besar dan tumbuh menjadi gadis yang cantik, aku tergoda melihat kecantikanmu…”“apa maksud om?”“udah kamu turuti saja permintaan om ya sayang, jika tidak kamu akan tahu sendiri akibatnya…”“jangan om..jangan lakukan, om udah aku anggap seperti bapakku sendiri jangan berbuat yang macam-macam om…..”“udah kamu diam saja…”Dia mendekati wajahku dan langsung menciumi bibirku. Bokepindo Ntah aku sangat bergairah sekali aku terbawa suasana malam itu. Aku yang awalnya menolak menjadi pasrah menerima semua perlakuan om Yoyok.Aku menarik penisnya dengan mulutku secara perlahan,“aaaaaahhhhhhhhhh….nikmaaattt….aaaahhhhhhh…..”Desahan om Yoyok dengan sangat keras, dia merasakan kenikmatan setelah aku tarik penisnya.










