Tampaknya Nakim yakin dgn iming2 obat perangsang pemberianku yg telah ia tuang di teh manis yg diminum istriku. Bokepindo Kupijat keningnya pelan dan sementara sengaja kuatur sedemikian rupa menggeser-geser tali kecil baju tidur istriku agar lolos dari pundaknya.Sesekali kulirik Nakim yg dari wajahnya sudah mulai tegang.Apalg waktu tali kecil dipundak istriku lolos turun dari tempatnya. Aku yakin Nakim sudah betah dgn apa yg diintipnya.Dorongan kecil membuat tubuhku kembali tersandar di tumpukan bantal dibelakangku. “emang pilem apa,mas ?”,tanya Nakim dgn nada bersemangat. Tanpa rasa malu lagi Nakim pun tak segan sesekali menggunakan mulutnya utk memberi rangsangan di daerah itu.“buka ya,ma”,ujarku lembut pada istriku yg cuma dijwb dgn anggukan pelan.Kuberi isyarat pada Nakim, Nakim pun mengerti dan perlahan membuka celana dalam istriku. Sambil memberi selimut, kukedipkan mata kepada istriku sambil beranjak keluar.“aku ke kamar




















