Aku sempat ragu juga apa bisa memuaskan Lisna, maklum ini pengalaman pertamaku dgn nya.Sambil terus kami berciuman, perlahan tanganku juga mencoba melorotkan celana pendek yang masih dikenakan Lisna.Buset! “Ya udah” jawabku seakan kesal. Bokepindo “Ini kesempatan baik, aku harus dapat mengolah Lisna” tutur ku dalam Hati.Entah Lisna sudah kembali tertidur atau tidak, dengan posisinya yang membelakangiku, akupun langsung memulai aksiku, pertama kukumpulkan keberanian untuk mulai dengan dengan tangan gemetar aku berpura-pura bahwa aku sedang teridur tanpa sengaja memeluk Lisna dari belakang.Awalnya aku gugup sekali, tapi kapan lagi ada kesempatan seperti ini, pikirku. Perlahan tetapi pasti kujelajahi kedua bukit kembar yang untuk pertama kalinya kudapati tanpa sebuah perjuangan yang berarti. jangan tidur dulu” ucapku sadar bahwa hari pun sudah siang. Seperti biasanya malam itu tidak ada apapun yang terjadi.Setelah hampir setelah satu jam




















