Ya tentu saja… masa itu sunat belum dikenal di jawa dwipa. Pendegaranku tadi juga sayup sayup dan sekarang benar benar jelas. Bokep Aku bingung dengan apa yang terjadi.Dua orang berpakaian jawa kuno masuk dengan membawa tombak.“Sebaiknya tuan Arya Sembrani berpakaian karena kami harus membawa tuan …”Siapa Arya Sembrani? Dua lelaki masuk. Setelah menyebutkan nama kota dan dilanjutkan dengan basa basi serta sejarah kedatanganku ke tempat ini, kami diam lagi.“Uwis njuh…” kata teman di pojok seraya berdiri.Yah, mereka sudah selesai.“Kami duluan mas…” pamit orang mengajakku ngobrol tadi.“Monggo.. Aku coba membiasakan diri dengan ini. Badannya kekar, coklat dan sehabis apel pagi tubuhnya akan mengkilat berkeringat.Kekurangannya hanya satu… bau.Aku sudah mulai menjalin komunikasi dengannya. Sejuk lebih tepatnya.“Dua ribu mas parkirnya sekalian…” ujar tukang parkir.Kuulurkan uang dua ribuan.Tempat pemandian itu sangat sederhana, hanya tembok segi empat




















